aku jatuh cinta padamu, Ksatria !
Aku jatuh cinta padamu, Ksatria. Mungkin ini klise, tapi ya...aku jatuh cinta. Tak hanya sekali. Pada setiap detik yang bergulir aku kembali jatuh cinta. Bahkan di tengah kesendirianku dalam kehampaan aku masih jatuh semakin dalam pada cinta.
Kaulah Ksatria yang kutunggu. Menggenggam tanganku dan menarikku dari menara ketiadaan yang kudiami. Bersamamu aku merasa ada. Tak lagi hanya sesosok tubuh tak berjiwa, yang terpekur menatap langit. Menunggu ksatrianya datang menunggang Bintang Jatuh. Ah...aku mencintaimu seperti kucinta cinta itu sendiri.
Apakah aku Putri yang hendak kau larikan, wahai Ksatria? Adakah Putri lain yang kau tunggu, yang kau kecup tangannya ketika kau lepaskan genggamanmu. Dan meluncurlah aku kembali pada pelukan kehampaan yang dengan senang hati mencumbuku. Padahal aku berharap, kaulah yang mencumbuku malam ini, Ksatria.
Dan dimanakah Bintang Jatuh itu? Adakah ia mengantarmu bercinta dengan Putri lain, ataukah dia tetap di sini. Mendampingku menangis tersedu. Oh...lihatlah! tak ada air mata dalam tangisku. Hanya kerlip bintang bertaburan. Menetes satu per satu. Sebelum melesat kembali ke angkasa. Mencari Putri yang tengah menunggu dan Ksatria yang hendak menjemput Putri itu. Pergilah wahai Bintang jatuh, antarkan Ksatriaku bertemu dengan Putrinya. Jangan biarkan ada Putri termangu diam dan melahirkan Bintang jatuh. Seperti aku.
Aku jatuh cinta padamu, Ksatria! Dan kudapatkan diriku bersama Bintang Jatuh.
"dari sebuah rasa yang menyesakkan dada"
Kaulah Ksatria yang kutunggu. Menggenggam tanganku dan menarikku dari menara ketiadaan yang kudiami. Bersamamu aku merasa ada. Tak lagi hanya sesosok tubuh tak berjiwa, yang terpekur menatap langit. Menunggu ksatrianya datang menunggang Bintang Jatuh. Ah...aku mencintaimu seperti kucinta cinta itu sendiri.
Apakah aku Putri yang hendak kau larikan, wahai Ksatria? Adakah Putri lain yang kau tunggu, yang kau kecup tangannya ketika kau lepaskan genggamanmu. Dan meluncurlah aku kembali pada pelukan kehampaan yang dengan senang hati mencumbuku. Padahal aku berharap, kaulah yang mencumbuku malam ini, Ksatria.
Dan dimanakah Bintang Jatuh itu? Adakah ia mengantarmu bercinta dengan Putri lain, ataukah dia tetap di sini. Mendampingku menangis tersedu. Oh...lihatlah! tak ada air mata dalam tangisku. Hanya kerlip bintang bertaburan. Menetes satu per satu. Sebelum melesat kembali ke angkasa. Mencari Putri yang tengah menunggu dan Ksatria yang hendak menjemput Putri itu. Pergilah wahai Bintang jatuh, antarkan Ksatriaku bertemu dengan Putrinya. Jangan biarkan ada Putri termangu diam dan melahirkan Bintang jatuh. Seperti aku.
Aku jatuh cinta padamu, Ksatria! Dan kudapatkan diriku bersama Bintang Jatuh.
"dari sebuah rasa yang menyesakkan dada"




0 Comments:
Post a Comment
<< Home