Wednesday, November 22, 2006

ketika seorang Filsuf berkata...

Suatu ketika Plato terlibat dalam perbincangan dengan gurunya, Plato menanyakan makna cinta dan gurunya pun menjawab:

“Masuklah ke dalam hutan, pilih dan ambillah satu ranting yang menurutmu paling baik, tetapi engkau haruslah berjalan ke depan dan jangan kembali ke belakang. Pada saat engkau sudah memutuskan pilihanmu, keluarlah dari hutan dengan ranting tersebut”.

Maka masuklah Plato ke dalam hutan dan keluarlah Plato tanpa membawa sebatang ranting pun. Gurunya pun bertanya tentang hal tersebut, maka Plato menjawab : “Saya sebenarnya sudah menemui ranting yang bagus, tetapi saya berfikir barangkali di depan saya ada ranting yang lebih baik, tetapi setelah saya berjalan ke depan ternyata ranting yang sudah saya tinggalkan tadilah yang terbaik, maka saya keluar dari hutan tanpa membawa apa-apa.”

Gurunya berkata :”Itulah cinta”,

Lalu Plato pun bertanya apakah makna perkahwinan?

Gurunya pun menjawab :”Sama seperti ranting tadi, namun kali ini engkau haruslah membawa satu pohon yang kau fikir paling baik dan bawalah keluar dari hutan”.

Maka masuklah Plato ke dalam hutan dan keluarlah Plato dengan membawa pohon yang tidak terlalu tinggi juga tidak terlalu indah.

Gurunya bertanya, maka jawab Plato : “Saya bertemu pohon yang indah daunnya, besar batangnya, tetapi saya tak dapat memotongnya dan pastilah saya tak mampu membawanya keluar dari dalam hutan, akhirnya saya tinggalkan. Kemudian saya menemui pohon yang tidak terlalu buruk, tidak terlalu tinggi dan saya pikir mampu membawanya krena mungkin saya tidak akan menemui pohon seperti ini di depan sana, akhirnya saya pilih pohon ini, kerana saya yakin mampu merawatnya dan menjadikannya indah.”

Lalu sang guru berkata : “Itulah makna perkahwinan.”

Begitu banyak pilihan di depan kita seperti pohon-pohon beserta rantingnya di dalam hutan, tapi kita mesti menentukan satu pilihan dan bila terlalu memilih, tidak satupun akan kita dapati, kerana kesempatan itu hanya sekali dan kita harus terus maju seperti waktu yang beredar ke depan yang tidak pernah tersimpan pada hari semalam, kemarin atau pada masa lalu kita.

Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan.
Jangan pula tertarik kepada kekayaannya, karena kekayaan dapat musnah.
Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari gelap menjadi cerah.

Semoga kamu menemukan orang seperti itu. [PLATO]

0 Comments:

Post a Comment

<< Home