Wednesday, November 22, 2006

dalam perenunganku

aku ingin menceritakan kepadamu tentang seorang lelaki malang yang mencintai seorang wanita. lelaki itu ingin menjadikannya sebagai pendamping hidupnya, membasuh kakinya dengan keringat dari dahinya dan darah dari jiwanya, memberikan kepadanya buah-buah jerih payah dan hasil pekerjaannya kedalam kedua tangan wanita itu yang terbuka lebar. dia terus berusaha untuk merebut hatinya di antara hari-hari yang penuh ketegangan dan malam-malam yang seolah-olah tanpa tidur. tetapi tiba-tiba dia mengetahui bahwa wanita itu sudah memberikan cintanya kepada lelaki lain yang akan mendapat kesenangan ditempat-tempat yang tersembunyi dan kebahagiaan di dalam rahasia-rahasia cinta itu sendiri.

aku ingin menceritakan kepadamu tentang seorang wanita malang. dia bangun dari ketidaksadaran masa mudanya yang akhirnya menyadari dirinya berada dalam rumah seorang lelaki yang memberikan kepadanya seluruh kekayaannya sebagai sebuah hadiah kepada wanita itu, yang membalutnya dengan kehormatan dan kasih sayang, namun dia tidak mampu menyentuh hatinya dengan bara api cinta yang menggairahkan. dia tidak mampu membangkitkan rohnya dengan anggur surgawi-anggur yang Tuhan berikan dari mata seorang lelaki kepada hati seorang wanita.

Ketika tersadar dan dapat merasakan semuanya itu, aku memahami bahwa kebahagiaan wanita tidak dapat ditemukan dalam kekayaan seorang lelaki atau dalam kepatuhan wanita kepadanya dan juga bukan di dalam kebaikan hatinya.

aku tau, bahwa kebersamaanku bersamanya tiap saat adalah kebohongan semata, kemunafikan yang tertulis dalam catatan yang terbakar diatas alisku untuk dibaca oleh surga dan bumi. itu semua karena aku tidak dapat memberikan kepadanya cinta hatiku sebagai balasan atas kebaikan hatinya. aku juga tidak dapat menunjukkan kasih sayang jiwaku terhadapnya hanya sebagai bayaran atas ketulusan dan kebaikan hatinya. aku telah mencoba dan mencoba untuk belajar mencintainya tetapi aku tidak pernah berhasil karena cinta adalah kekuatan yang menciptakan hati kita.

kebahagiaan hanya ditemukan di dalam cinta yang mengikat jiwa wanita terhadap lelaki, cinta yang mencurahkan semua perasaannya kedalam hati lelaki, yang membuat mereka menjadi satu cabang dari pohon kehidupan, satu kata di dalam bibir Tuhan.


"bimantara, 22 nov 06, dalam perenungan.."

0 Comments:

Post a Comment

<< Home