Friday, December 22, 2006

Cin, ini untukmu...

Cin...
jangan takut menangis karena cinta...
mengapa..??? karena itu hal biasa...
pun jangan kecewa karena cinta....
karena cinta tidak pernah mengecewakan....
karena kita sering membayangkan cinta dengan senyuman saja
raciklah tangisan dan senyuman dengan pas....
niscaya kan kau temukan kebahagiaan cinta...

Cin,
cinta bukan hanya keindahan...
karena ia menuntut pengorbanan
cinta bukan selalu dalam kebersamaan...
karena ia menuntut pengertian
cinta tidak melulu harus berhiaskan senyuman....
karena ia bukan lelucan panggung hiburan...

cinta adalah realita....
selalu diciptakan berpasangan....
ada suka dan duka...

Cin,
aku disini...
kan selalu...dan selalu mendo'akanmu....
agar bisa menemukan kebahagiaan cinta.. Amin


"segala sesuatunya pasti ada hikmahnya..@bimantara,22 desember 06"

Wednesday, December 20, 2006

perpisahan itu bukan akhir

tak terbayangkan semua ini terjadi
dari saat perkenalan
saat kita bertemu pertama kali
sampai akhirnya saat kita untuk berpisah

waktu yang telah kita lalui bersama
adalah saat-saat yang terindah yang kurasakan
kenangan manis yang sulit aku lupakan...
kehadiran mu telah merubah segalanya
mengisi kekosangan hati yang lama tergeletak

telalu banyak kesedihan yang aku lalui
dan kau sendiri telah mengetahui semua tentang diriku.
Tapi apa daya.. mungkin ini sudah menjadi kisah hidupku...

aku tidak tahu kapan kisah ini akan berakhir...
aku tidak tahu sampai kapan waktuku
aku hanya bisa berharap
suatu saat mentari tak akan tenggelam
agar esok tak akan aku lalui.

Aku dan kamu tahu
memang tidak mungkin mentari tak akan tenggelam
tapi jika satu saat kau bisa menjadi mentari ku
maka aku bisa mewujudkan dan membuktikan
bahwa mentari memang tidak akan pernah tenggelam.

semoga saja waktu dapat menjawab semua itu.
saat ini lakukanlah apa yang bisa kamu lakukan
dan aku akan melakukan apa yang bisa aku lakukan.
karena aku hanya bisa menyayangimu sebatas yang dapat aku jangkau.

percayalah,
kenangan bersama mu akan ku simpan
sampai pertemuan kita berikutnya

"cinta yang kau tinggal @bimantara 20 des 06 "

Tuesday, December 19, 2006

Pelukan Kerinduan

Nun jauh di ufuk cakrawala...
Pelangi tak lagi memberi warna
Ia melengkum hitam dalam guratan masa yang kelam
Dada langit... berkedipan dihiasi seribu bintang...
Rembulan pucat mengintai di balik gumpalan awan

Di titian usang seorang insan bersimpuh lesu
Sepucat rembulan nan bersinar
Sesejuk hembusan sang bayu di pesisir lautan
Desiran ombak bertalu-talu memecah kesunyian
Namun iramanya tak mampu mengobati kesepian hati Luka
seribu rindu mengiris tangkai jantung
Mencincang lumat segala impian penuh harapan
Impian tuk menerima dan memberi kebahagiaan

Kini .., baru kusadari sebuah kepincangan hati...
Justru ketika ku belajar berdiri... merangkak....
dan ingin berlari Langkah terseok - seok dengan kaki terkunci...
Tangan meraba - raba mencari sehelai tongkat suci ....
yang mau...rela...dan ikhlas menjadi penyangga diri

Aku.....
Layaknya burung pipit yang ditinggalkan induk...
Mencicit...mencicit dan mencicit...

Aku....
Layaknya pepohonan tanpa akar ...
...yang mudah rubuh di terpang angin....
...mudah bengkok digoyang tangan...
...hanya berharap dan berharap...
Ada tangan yang sudi menuntun di tengah temaram malam yang mencekam

Aku di sini hanya bisa berusaha...
Tuk bercanda membujuk jiwa yang terlena
Tuk meneguk setetes air penawar derita
Mungkinkah ku peroleh sebuah kesempatan...walau sesaat...?

Sesungguhnya kenyataan bukan impian
Sesungguhnya kenyataan selalu sarat dengan pelajaran ...
kalau kita bisa mengambil hikmah dibalik setiap kenyataan

Namun siapalah yang dapat merayu hati
... meski itu.., hati kita sendiri
Melempar rindu ke dasar lautan
Lantaran rindu datang tanpa di undang
Cinta berputik tapi kembangnya terhalang

Tolonglah...
Jangan definisikan bahasa rindu...
...dengan kaku dan tafsir yang terbatas
Insan hanya bisa mendendangkan gurindamnya Insan hanya bisa menyebut kalimatnya Biarpun bertemu setiap hari...
... namun dalam rindu masih ada lagi sebuah rindu
Di celah kerinduan itu terselip sejuta rasa
Rasa yang hanya dimengertikan oleh seorang perindu jua

Biarkan insan itu menunggu di situ
Sebagai simbol kesetiaan dalam cinta
Biarlah rindu terus bertandang di jiwanya
Karena dia harus belajar tuk hidup dengan kerinduannya
Dia harus belajar tuk mati membawa kerinduannya jua


"dari kiriman seseorang yang tak kukenal bernama Dede Farhan Aulawi... ke email ku pagi ini"

when you come

i felt so much happiness when you walked into my life
i could feel it…..this is it…
my right one

i can’t say a word when
my right one is not right at all

i have to let you go
forget you
build a bridge between you and me

i don’t want to
but i have to….
because i don’t want to shed anymore tears
when you’re gone
for good


"sejumput rinduku akan masa lalu... @bimantara"

Monday, December 18, 2006

yang ku tahu....

aku tahu dunia akan berakhir
aku tahu musim akan berganti
aku tahu daun akan berguguran
aku tahu mentari akan tenggelam
aku pun tahu rembulan kan pergi

aku tahu hari terus berganti
aku tahu hidup akan berakhir
aku tahu jalan pasti punya ujung nya
aku tahu api pun bisa padam, dan
aku tahu laut pun bisa mengering

tapi...
aku tak tahu bagaimana menghentikan cintaku
aku tak tahu cara meninggalkanmu

karena...
yang ku tahu aku sangat mencintaimu
yang ku tahu aku sangat menyayangimu


"untuk cintaku nun jauh disana... @bimantara, 18 desember 06"

Sunday, December 17, 2006

engkau dimana malam ?

Aku menatap bayang-bayang sendiri
di jalan lengang di ujung malam, Dini
kelam pun menyaputi mata hati
dan engkau tak pernah lagi di sini

waktu bergerak dan rindu terjebak
tak kutemukan hari berdetak
rentak mencarimu. Hati pun meledak
waktu pun bergerak, bergejolak

di sini, kata berlari-lari
dalam mimpi pun engkau menari
aku masih menikmati
Jarak hingga detik semakin marak

Dan kelam pun tiba,
Segera aku menangkapmu
tapi engkau di mana?

Tuhan.. aku rindu malam ku...

Thursday, December 14, 2006

Al-kisah...

kalo baca blog aku bulan september, oktober sampai awal november, kamu akan tau.. betapa sayang dan cintanya aku pada sesosok bayang.

indah dan manis, bahkan teramat manis untuk jadi kenangan... tapi tiap kali ku baca itu, aku takut. aku takut melangkah, untuk memulai masa bersamanya. karena lagi2 ku takut untuk melukai hati sucinya.

sekarang, ku bingung harus nulis apa di blog ku... padahal, begitu banyak cerita yang ingin kusampaikan, cerita tentang rinduku, sedihku, hariku, bayangnya dan harapanku... tapi kenapa pikiranku tiba-tiba buntu.. ? jariku serasa kaku.. ?

ku gak tau, apa yang terjadi dengan diriku.. bahkan rasanya ku gak merasa berpijak di jalan yang sekarang aku lalui.. dan rasanya setiap sudut yang aku lalui adalah sudutku bersamanya...

begitu beratkah kisah hidupku hingga ku tak mampu meluapkannya dalam tulisanku... meskipun apa yang kutulis adalah buah dari pikiranku, buah dari hatiku ?

begitu kejamkah kisah cinta kami hingga aku harus seperti ini ?

Tuesday, December 05, 2006

only GOD knows why..

Aku sayang padamu, dan akan terus sayang
tidak ada yang memaksaku untuk mencintaimu
karena aku belajar memberi sebuah cinta untukmu

Kita tidak sama, kau adalah kau
dan aku tetap diriku
aku tahu kau pasti akan pergi
tapi ku tak tahu
apakah kau akan membawa kenangan tentang kita
bersamamu
tapi aku tidak menyesali kepergianmu

aku percaya ada suatu kebaikan
kenapa kita harus berpisah

apakah masih akan ada cinta antara kita
kita tidak akan pernah tahu
hanya Yang Maha Terkasih yang akan tahu


"dalam kerelaanku... bimantara, 05 desember 06"

Monday, December 04, 2006

ku ikhlaskan...

cin, telah kuikhlaskan engkau pergi. pergilah...

cin, aku sudah bahagia bisa bersama kamu. melihatmu, merasakan keras napasmu, melihat kau nyata, seperti keringatmu yang kuseka tanpa sengaja di punggung tanganmu. seluruh sketsa tubuhmu, yang semula hanya permainan bayang di benakku, adalah keajaiban. keajaiban itu pula yang membuatku tidak bisa melakukan apa pun, kecuali membebaskanmu, meluaskan pandanganmu. saat itu, kamulah yang memenuhi duniaku. jadi, bagaimana mungkin aku dapat menarikkanmu ke garis edarku?

aku juga pernah membuat kamu marah. ahh-, terlalu sering bahkan. ketika engkau cemas, aku seperti meringankan ketakutanmu. ketika kamu ingin berbagi, aku seperti berlari. ketika kamu menangis, aku malah memberi lelucon basi. maafkahlah semua itu... tak ada alasan pembenaran apa pun atas kebodohan itu. yang aku tahu, aku menyayangimu.

cin..., banyak sekali kebodohanku. menilasi semua kesalahan itu, aku insyaf, kamu telah menghipnotisku. dalam ketaksadaran atas pesonamu itulah aku berani mendekatkan garis takdirku, menjajarimu. kumimpikan, suatu waktu, garis itu akan menyilang, bersinggungan, nasib kita bertemu. nyatanya, kamu bergerak lebih lekas, terlepas. jadi, jika memang kau harus pergi, pergilah.... karena aku tak akan mampu menahanmu. cuma, jangan paksa aku melupakanmu. karena dengan mengingatmulah aku merasa, ada satu fase dalam hidupku yang demikian bermutu.

pergi, pergilah, cintaku. maafkan, jika aku akan tetap menjeritkanmu. karena kalau kau debar jantungku, bagaimana mungkin aku bisa terus hidup tanpamu.

"segala sesuatu pasti ada waktunya bukan ?"

Saturday, December 02, 2006

sesalku

Cin, pernah kamu merasakan kesenangan dan kepedihan berjalan dalam satu waktu? kalau pernah mengalaminya, kamu akan tahu, hidup ini sungguh-sungguh adil. tak ada yang dia berikan setengah-setengah, selalu semuanya. kini kian kurasakan benar, tak ada yang di anaktirikan oleh kehidupan, semua mendapat asuhan yang sama, susu yang sama. barangkali, cuma kedewasaan saja yang berbeda. karena ketika dewasa, hidup hanya menjaga kita, hanya memelihara, dan dewasa, adalah cara bagaimana mata kita terbuka atas sebagaian slide-slide pengalaman yang hidup berikan. itu saja.

maka, jika kamu pernah merasakan kesedihan dan kegembiraan dalam satu tarikan napas, kamu akan tahu, tak pernah ada yang harus disesali dari rencana takdir. (kamu percaya takdir kan, cin?). dan kamu tak akan pernah merasa menyesal kita pernah bertemu.

ketika aku bertemu kamu, sampai pertemuan kedua dan ketiga, itulah masa ketika kepedihan dan kesenangan bersatu dalam tarikan napas. kesenangan karena aku dapat bertemu kamu, juga kepedihan, karena pertemuan itu berlangsung dalam waktu kesementaraan. kepedihan karena aku jadi tahu betapa "nyatanya" kamu lebih daripada imajiku, dan kesenangan karena pernah merasakan kenyataan itu, walau sesaat. dua-duanya, kepedihan dan kesenangan itu, datang dalam tangan yang sama, diberikan ibu kehidupan, dan aku tak pernah menyesalinya. tak akan pernah menyesalinya. (tapi, aku menangkap matamu membias beda)

Cin, jika kamu masih merasa pertemuan itu memberatimu, membuatmu tak nyaman, malam nanti, ketika tidur, baliklah bantalmu. percayalah, jarum waktu akan memutar mundur, dan kita akan kembali "bersama" ketika masih bertelepon dan mengharapkan bisa bertemu. kamu bisa tak datang, atau datanglah, tanpa pernah memberitahuku. dan kamu harus terbangun, sesudah itu, untuk melanjutkan hidupmu.

kini, kamu hanya punya ingatan --atau semacam impian-- ada dua bulan dari masa depanmu yang telah kamu potong, dan itu akan lebih baik, daripada kamu menjalaninya, dengan semacam semesta sesal.

aku yakin, kamu akan lebih bahagia saat itu....

"dalam keputus asa-an ku.."

Friday, December 01, 2006

ku cinta dia...

Tuhan....
Ku cinta dia....
berikanlah aku hidup
tak kan ku sakiti dia
hukum aku bila terjadi lagi

aku tak mudah untuk mencintai
aku tak mudah mengaku aku cinta
aku tak mudah mengatakan aku jatuh cinta

tiada dusta sumpah ku cinta
sampai ku menutup mata...


"bimantara, 01 desember 06... dalam dukaku.."

maafkan aku..

Jam bergerak menuju angka satu
Dari tadi aku mencoba bermain dengan kata-kata
Mencoba untuk merangkai kalimat-kalimat puitis
Untukmu,agar kau tahu
Rindunya aku kepadamu

Aku di sini sayang
Walau kau tak menemukan puisi romantis dariku
Tak berarti aku membuang semua kenangan tentang kita

Kenangan yang ada memang sulit kulupakan
Ya, mungkin kita mengenang hal yang berbeda
Aku memang berbeda...juga telah menjadi milik yang lain
Maaf jika aku masih minta ditunggu
Rinduku ini tak bisa lagi terungkapkan

Maafkan aku..