Thursday, September 28, 2006

I miss You...

I miss Your hair...
And I miss Your Perfume..
And I miss the way you talk..
And I miss the way you smile...
And I miss the smell of your skin..
And I miss the smell of your breath..
And I miss the way you touch me..
And I miss the way you kiss..
And I miss everything in you...

I ... do..

And I miss the sound of your voice..
And I miss the look in your eyes..
And I miss the way you please me..
And I miss the way you squeeze..
And I miss when I makin' love to you...

tentang perasaanku kepadamu..

hai cinta..
dengarkanlah..
aku ingin bicara..
tentang aku dan kamu..
tentang cintaku padamu...

bersamamu..
kurasakan cinta..

bersamamu..
kumerasa rindu..

bersamamu..
ku bisa jatuh hati..

bersamamu..
kurasakan sesuatu yang tak pernah kurasakan ...
sebelumnya...

ini hanya teriakan perasaanku..
tentang perasaan ku kepada dirimu
yang semakin hari semakin menjadi
hatiku sudah memilih kamu
menjadi separuh nafasku dan separuh jiwaku..
kamu menjadi bagian hidupku..

bersamamu aku merasakan cinta yang lain

to me...

To my eyes,
you're a dazzling colour than just black and white,
and I try to read your mind, carefully.

To my ears,
you're a beautiful song I hear every minute,
and I listen to every single word you say, patiently.

To my nose,
you're a sweet fragrance that keeps me breathing,
and I breathe in your soul, deeply.

To my lips,
you are the right match to kiss,
and I want you, badly.

To my tounge,
you're sweeter than candy and also bitter than chocolate,
and I drink you, absolutely.

To my mouth,
you're a topic which I'd love to talk about the most,
and I say your name, continually.

To my skin,
you're softer than cat's fur and silk,
and I want to touch your heart, smoothly.

To me,
you're all I can feel with all my senses,
and I think, I'm in love with you, perfectly.


Oooo God...
I'm In Love....

Monday, September 25, 2006

tulisanku

Aku hanya ingin menulis
tentang aku...tentang kamu
atau tentang kita
yang tidak jadi

Tulisan apa saja

atau

kuakhiri saja tulisanku
tak akan membawa perbedaan juga
nanti kita akan ketemu lagi

tapi jarak pasti akan ada...

ketidakpastianku..

apakah aku harus menyerah dengan rasa ini
apakah aku harus mengingkari rasa yang ada

Keduanya aku tak mampu

menyerah dengan rasa ini
dan membuatmu ragu

mengingkari rasa yang ada
pun membuatku bimbang

Ketidakpastianku
karena kamu ada
dalam duniaku

jika ia sebuah cinta..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak mendengar...
namun senantiasa bergetar....

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak buta..
namun senantiasa melihat dan merasa..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak menyiksa..
namun senantiasa menguji..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak memaksa..
namun senantiasa berusaha..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak cantik..
namun senantiasa menarik..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak datang dengan kata-kata..
namun senantiasa menghampiri dengan
hati..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak terucap dengan kata..
namun senantiasa hadir dengan sinar
mata..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak hanya berjanji..
namun senantiasa mencoba
memenangi..

jika ia sebuah cinta.....
ia mungkin tidak suci..
namun senantiasa tulus..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak hadir karena permintaan..
namun hadir karena ketentuan...

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak hadir dengan kekayaan dan
kebendaan...
namun hadir karena pengorbanan dan
kesetiaan...

Wednesday, September 20, 2006

i'm sorry

I’m sorry..
if I love you

I’m sorry..
if you’re always in every dreams I have

I’m sorry..
if everytime I see you, you made my heart racing

I’m sorry..
if you’re the who made me laugh,also made me cry

I’m sorry..
if I always think of you

I’m sorry..
if I miss you

I’m sorry..
if I can’t forget the way you speak to me

I’m sorry..
if I always remember the way you look at me
I’m sorry..

I’m sorry..
for every feelings I have for you
I’m sorry too…

yang ku mau..

laksana air di gurun pasir
sejukan jiwaku yang kehausan
disepanjang keruh rapuhnya dunia

ku selalu merindukan belaimu
kuingin senyummu bertahta dalam kalbuku

karena
kau hadir disetiap hela nafasku
hangat alirkan butirannya kedarahku

betapa suci dan agung cintaku
dan tak sanggup nalarku memikirkanmu
kuingin senyummu bertahta dalam batinku

bimbinglah aku dalam pelukanmu
jangan lepaskan lagi
ijinkanlah malaikat menjagaku
dari kelamnya nafsu dunia

bawalah aku ke jalan cahaya
terang kerajaanmu
jadikan mimpiku jadi sempurna
menyatu

Monday, September 18, 2006

don't

indah nian hatiku
di saat bincang denganmu
di remang sang rembulan

tiada pernah terkira
diriku berdua denganmu
bicara hati ke hati

jangan dustai hatimu
bila mencintaiku
dan jangan engkau tutupi

jangan dustai dirimu
bila menginginkanku
dan jangan engkau membisu
karena cinta tak berdosa

usah kau ubah
perasaan yang tercipta
nikmatnya tak terkira
karena cinta tak berdosa

Thursday, September 14, 2006

with all my heart...

ketika engkau datang
mengapa di saat ku tak mungkin
untuk menggapaimu

meskipun tlah kau semaikan cinta
dibalik senyuman indah
kau jadikan seakan nyata
seolah kau belahan jiwa

meskipun tak mungkin lagi
tuk menjadi pasanganku
namun ku yakini cinta
kau kekasih hati

terkadang pintu surga
sukar dimengerti
semua ini kita terlambat


toek seseorang nun jauh dari jangkauanku..

Wednesday, September 13, 2006

apa hak ku ?

Berhak kah aku mencintai dia ?
Bila aku bukan siapa - siapa.
Berhak kah aku memiliki dia ?
Bila aku bukan siapa - siapa.
Berhak kah aku cemburui dia ?
Bila aku bukan siapa - siapa.

Lalu apa hak ku ?
Mungkin cuma satu
Memimpikannya....

Tapi berhak kah aku berharap
agar mimpi - mimpi ku menjadi kenyataan ?

untuk temanku...

Pernahkah kamu merasakan
bahwa kamu mencintai seseorang
meski kamu tahu ia tak sendiri lagi
dan meski kamu tahu
cintamu mungkin tak terbalas
tapi kamu tetap mencintainya..

Pernahkah kamu merasakan
bahwa kau sanggup melakukan apa saja
demi seseorang yang kamu cintai
meski kamu tahu ia takkan pernah peduli
ataupun ia peduli dan mengerti
tapi ia tetap pergi..

Pernahkah kamu merasakan..
hebatnya cinta..
tersenyum kala terluka..
menangis kala bahagia..
bersedih kala bersama..
tertawa kala berpisah..
Aku pernah..

aku pernah tersenyum meski ku terluka
karena..
Tuhan tak mememberikannya untukku

aku pernah menangis kala bahagia
karena..
ku takut kebahagiaan cinta ini kan sirna begitu saja

aku pernah bersedih kala bersamanya
karena..
ku takut kan kehilangan dia suatu saat nanti

dan..
aku juga pernah tertawa…
saat berpisah dengannya
karena..
sekali lagi cinta tak harus memiliki
dan..
Tuhan pasti telah menyiapkan cinta yang lain
untukku..

aku tetap bisa mencintainya
meski ia tak dapat ku rengkuh dalam pelukanku
karena..
memang cinta ada dalam jiwa bukan dalam raga

semua orang pasti pernah merasakan cinta
orang tua..
sahabat..
kekasih..
dan akhirnya pasangan hidup..

untuk temanku yang sedang jatuh cinta
ku ucapkan selamat..
karena cinta itu sangat indah
semoga kalian slalu bahagia..

buat temanku yang sedang terluka karena cinta
hidup itu bagaikan roda yang terus berputar
satu saat akan berada di bawah
dan hidup terasa begitu sulit

tetapi..
keadaan itu tidak untuk selamanya
bersabarlah dan berdoalah
karena cinta yang lain
akan datang dan menghampirimu

untuk temanku yang tidak percaya akan cinta
buka hatimu..
jangan menutup mata akan keindahan dunia
maka cinta akan membuat hidupmu
menjadi bahagia..

untuk temanku yang mendambakan cinta..
bersabarlah..
karena cinta yang indah..
tak terjadi dalam sekejap..
Tuhan sedang mempersiapkan segala yang terbaik
untukmu..

untuk temanku yang mempermainkan cinta..
sesuatu yang begitu murni dan tulus
bukanlah untuk di permainkan
cinta bukan suatu kehampaan
smoga kalian berhenti mempermainkan cinta
dan mulai merasakan kebahagiaan yang seutuhnya....

My dedicated to Jo....

Tuesday, September 12, 2006

aku ingin...

Ingatkah suatu waktu ketika aku tak ingin menjadi Putri, Ksatria? Aku hanya ingin menjadi Bintang Jatuh. Melintas membelah jalan hidupmu dengan megah, penuh kilatan cahaya. Lalu kemudian menghilang begitu saja. Tak menyisakan apapun. Hanya sepotong kenangan yang nanti terlupa.

Aku ingin menjadi bintang jatuh. Mengantarmu berkeliling alam semesta. Memilih bintang yang bertaburan. Dan melepaskan kau menemui Putri yang kau damba. Lalu aku akan menghilang. Kembali mengarungi semesta dengan hati lega. Kau telah temukan Putri tujuan hidupmu.

Aku hanyalah kenangan singkat yang tertinggal. Aku hanyalah penunjuk jalanmu. Aku adalah cahaya yang akan padam di kalbumu. Aku ada tapi akan menghilang.

Tidak! Aku tak mau lagi menjadi bintang jatuh. Aku tak mau sekedar melintas di hidupmu. Aku tak mau menjadi serpihan kenangan yang akan lebur dalam waktu.

Aku tak mau mengantarmu menemui Putri. Aku ingin menjadi Putri itu. Putri yang menyambutmu setelah perjalanan panjang di angkasa. Putri yang bisa memilikimu. Dan aku adalah Putri yang melambaikan selamat tinggal pada Bintang Jatuh yang mengantarmu.

Ksatria, aku ingin menjadi Putri. Karena aku jatuh cinta padamu. Kecuplah aku jika aku bisa berubah menjadi Putri. Tak sekedar Bintang Jatuh yang berpendar di kejauhan. Tersiksa melihatmu bercinta dengan Putri.

aku jatuh cinta padamu, Ksatria !

Aku jatuh cinta padamu, Ksatria. Mungkin ini klise, tapi ya...aku jatuh cinta. Tak hanya sekali. Pada setiap detik yang bergulir aku kembali jatuh cinta. Bahkan di tengah kesendirianku dalam kehampaan aku masih jatuh semakin dalam pada cinta.

Kaulah Ksatria yang kutunggu. Menggenggam tanganku dan menarikku dari menara ketiadaan yang kudiami. Bersamamu aku merasa ada. Tak lagi hanya sesosok tubuh tak berjiwa, yang terpekur menatap langit. Menunggu ksatrianya datang menunggang Bintang Jatuh. Ah...aku mencintaimu seperti kucinta cinta itu sendiri.

Apakah aku Putri yang hendak kau larikan, wahai Ksatria? Adakah Putri lain yang kau tunggu, yang kau kecup tangannya ketika kau lepaskan genggamanmu. Dan meluncurlah aku kembali pada pelukan kehampaan yang dengan senang hati mencumbuku. Padahal aku berharap, kaulah yang mencumbuku malam ini, Ksatria.

Dan dimanakah Bintang Jatuh itu? Adakah ia mengantarmu bercinta dengan Putri lain, ataukah dia tetap di sini. Mendampingku menangis tersedu. Oh...lihatlah! tak ada air mata dalam tangisku. Hanya kerlip bintang bertaburan. Menetes satu per satu. Sebelum melesat kembali ke angkasa. Mencari Putri yang tengah menunggu dan Ksatria yang hendak menjemput Putri itu. Pergilah wahai Bintang jatuh, antarkan Ksatriaku bertemu dengan Putrinya. Jangan biarkan ada Putri termangu diam dan melahirkan Bintang jatuh. Seperti aku.

Aku jatuh cinta padamu, Ksatria! Dan kudapatkan diriku bersama Bintang Jatuh.


"dari sebuah rasa yang menyesakkan dada"

rindu

Kau tahu, aku merindukanmu wahai Ksatria. Hanya menghadirkan bayangmu dalam jaringan pikiranku saja telah membuatku tersedak dalam rindu. Aku merindukanmu lebih dari rindu yang pernah kudekap untukmu dulu. Aku merindumu lebih karena kau tak lagi ada.

Aku dapat merasakan dirimu mulai melebur dalam arus waktu. Dan aku takut, Ksatria. Aku tak mau kehilangan bayang jiwamu, walau dalam semu. Haruskah kutampung tetes demi tetes lelehan serat dirimu agar aku masih bisa membingkaimu?

Kau ada di pusat jiwaku sekaligus tak ada. Aku tak tahu, apakah kau benar-benar ada atau hanya ilusi yang dengan kejam mempermainkanku. Walaupun kau ilusi, aku tetap merindumu, wahai Ksatria. Dalam semu kau temani hatiku bersenandung cinta. Hingga akhirnya nada terakhir telah terucap, membumbung dalam kepekatan rasa. Dan kau pun perlahan menghilang. Namun kau tak pernah benar-benar menghilang. Kau ada di sana, di pojok waktu yang terus berpusar. Haruskah aku ikut lenyap dalam pusaran, Ksatria?

Aku terus memanggilmu dalam lilitan keresahan. Aku terus menggapaimu ketika aku terbenam dalam lumpur kepenatan. Aku terus mencarimu karena aku membutuhkanmu, Ksatria. Adakah Putri yang tak membutuhkan Ksatrianya?

Renggutlah aku dari kedamaian ini. Ciptakanlah chaos. Hingga aku dapat berpegang padamu. Hingga kau menjadi Ksatriaku yang dengan perkasa melindungiku. Selamatkan aku dari badai rinduku Ksatria! Kumohon....

Monday, September 11, 2006

semalam...

semalam kutatap wajahmu sekali lagi
sebelum aku menutup lembaran kisahku
tentang dirimu

semalam kumeyakinkan diriku sekali lagi
kalaupun harus melihatmu lagi
aku dapat melihatmu
tanpa ada cinta di hati

aku meyakinkan diriku sekali lagi
sebelum aku menutup
lembaran kisahku
tentang dirimu

untitled

sayap mu patah
begitu juga aku
terima kasih
tlah pernah bersamaku

untuk apapun
aku rela mengulangi semuanya
demi apapun
aku rela untuk bersamamu

tentang cinta....

cinta datang silih berganti
ada kalanya
cinta memutuskan untuk menetap
sayang
cinta terkadang hanya mengetuk pintu hatiku saja

cinta
kapan kau akan tinggal di hatiku
bukan untuk bertamu
tapi untuk tinggal

cinta yang pasti
yang tak pernah mempertanyakan
arti dirimu pada diriku atau sebaliknya

cinta yang ikhlas
yang tak pernah perlu berkata aku cinta padamu
atau aku membutuhkanmu

karena kita tahu
apa yang kita rasakan
tentang kita

inikah hatiku ?

ada hati yang merasa
berdebar tak menentu
setiap melihatmu
dan senyum yang menggoda

ada hati yang bersuka
bernyanyi-nyanyi kecil
setiap kali bersua
dengan wajahmu yang mempesona

ada hati yang merona
memerah tak berupa
setiap kali melihat
namamu di layar ponsel

ada hati yang merana
menanti dengan gelisah
setiap kali menunggu
ajakan pergi denganmu

ada hati yang menangis
terisak dan tersedu
setiap kali dirimu
tidak menganggapku serius

ada hati yang tegar
menunggu setiap saat
setiap kali diriku
merasa ini sia-sia

inikah hatiku?

Friday, September 08, 2006

cinta yang lain...

janganlah pernah kau harapkan aku
untuk dapat mencintai dirimu
coba renungkan dalam hati kita
perpisahanlah yang mungkin terbaik

lupakan aku
jangan pernah kau harapkan
cinta yang indah dariku

lupakan aku
ku punya cinta lain yang tak bisa
untuk kutinggalkan

mungkin suatu saat nanti
kaupun akan mengerti
bahwa cinta memang tak mesti
harus bersama

Lagu ku

mungkinkah kau tahu
rasa cinta yang kini membara
yang masih tersimpan dalam lubuk jiwa
ingin kunyatakan lewat kata yang mesra untukmu
namun ku tak kuasa untuk melakukannya

mungkin hanya lewat lagu ini
akan kunyatakan rasa cintaku padamu
rinduku padamu tak bertepi

mungkin hanya sebuah lagu ini
yang slalu akan kunyanyikan
sebagai tanda betapa aku inginkan kamu

..tentang aku.. untuk mu..

kan kujalin semua senandung rindu
yang akan bercerita tentang lukisan perasaan cinta,
TENTANG AKU, UNTUK MU
menyaingi keindahan bagi lembayung senja,
atau semerbak wangi dicelah embun pagi

yang karenanya semua merpati enggan mengepakkan sayapnya
dalam ketakberdayaan terpanah asmara

yang karenanya hati sang putri luluh,
terhempas dan mati menyelimuti duka sang ksatria

senandung itu akan bercerita TENTANG AKU
yang hanya memberikan bahagiaku UNTUK MU
hingga tak menyisakan sesuatupun dari keberadaanku
dan mungkin dengan begitu
kau akan dapat mengerti aku

dari mana cinta itu..

cinta...
dari mana nama itu...???
tanpa namapun semua tahu

dia membuat makhluk hidup seakan mati
dan membuat makhluk mati seperti hidup

rasa yang membuat manusia buta,
sedang mata penuh cahaya membuat gila,
sedang akal penuh kewarasan yang membuat hewan tunduk
sedang punya nafsu dan naluri membunuh yang membuat tumbuhan subur
sedang panas menyengat sungguh

benarkah cinta hanya dimiliki makhluk bernyawa...???
bagaimana dengan bangunan tempatmu berlindung, pakaian pun begitu...???

tanpa air, kau tak dapat membasuh
tanpa udara, kau tak dapat menghirup
tanpa tanah, kau tak dapat hidup dan dikubur

tak cukupkah cinta itu...???

mungkin kita berbeda pandang
lalu siapa penciptanya...???

Bila aku jatuh cinta

Bila aku jatuh cinta
aku mendengar nyanyian
1000 dewa dewi cinta
menggema dunia

bila aku jatuh cinta
aku melihat matahari
kan datang padaku
dan memelukku dengan sayang

bila aku jatuh cinta
aku melihat sang bulan
kan datang padaku
dan menemani aku

melewati dinginnya mimpi

bila aku jatuh cinta… jatuh cinta
bersama dirimu
peluk aku…dan ciumlah aku
sayang…

aku jatuh cinta.......

Saat itu aku merasa menemukan serpihan diriku di dalam dirinya. Saat hujan turun dan mengeluarkan suara rintiknya yang lembut menyejukan. Entah apa yang merasuki hatiku tapi rasanya seperti melihat ketenangan dari matanya yang menerawang. Aku seakan menggapai dirinya dalam kalbuku, seakan aku tahu apa yang ada di dalam pikirannya. Hari itu, malam itu, aku seperti mengenalnya sejak dulu. tersenyum aku jika teringat malam itu. Akankah malam itu kembali? Aku tak tahu.

Pernah jemarinya menggengam jemariku, rasanya bukan melambung tetapi menenangkan. Hatiku, cintaku tidak terbang mengawang tetapi tetap di tanah dan melihat tinggi ke awan. Mengagumi keindahan langit karena jika aku dilangit aku tak tahu keindahan langit. Ia mengajarkanku kesederhanaan. Dari sekian lama yang kuperoleh hanya kepalsuan material yang membosankan dan fana. Tapi lain dengan cinta yang ia tawarkan. Ia menawarkan cinta yang jujur. Tapi mengapa hatiku ini tetap tak mau menyerah. Ketidakpercayaan terus menggerogoti hatiku.

Aku takut hatiku mati habis digerogoti ketidakpercayaan yang semu. Aku takut aku tidak lagi bisa mencinta. Aku takut aku tidak lagi bisa percaya. Akankah Ia menunggu hatiku untuk mencair dari kebekuan rasa curiga? Sampai kapan ia mau menunggu? Aku tak mau ditinggal sendiri. Ini terasa menyedihkan. Menyayat. Terasa menjadi pendosa karena memalingkan wajah dari cinta. Begitu egois sehingga diterlantarkan. Sendiri. Aku takut. Aku tak mau. Betapa inginnya hati ini menyerahkan serpihan intannya tetapi bagian diriku tidak mengijinkannya. Apakah ini jeritan hati nuraniku yang tak lagi kudengar?

Pernah saat matanya mengawang kosong dan wajahnya tampak lusuh. Seperti ada yang terbebani dalam kalbunya. Ingin kuusir rasa penatnya. Ingin kurangkuh dia dalam dekapku. Ingin kuhibur. Saat penatnya datang. Kutatap wajahnya. Kunikmati tiap relung pikirnya. Kunikmati keluasaan kalbunya. Saat ia tersadar, kutatap matanya lekat. Tanpa tahu apa yang sedang aku pikirkan. Ia akan tesenyum. Tersenyum. Hanya itu yang kucari dalam dirinya. Agar ia bahagia dan tersenyum.


Entah apa yang dia lihat dari diriku. Aku merasa kecil jika dibanding dengan yang lain. Aku tak percaya dia menyerahkan hatinya untukku jaga. Apakah aku pantas menjadi dewi yang menjaga hatinya? Bagaimana jika aku memecahkan hatinya yang bening itu? Aku takut. Aku tak pantas. Betapa bodohnya aku ini! Mengapa aku tak bisa sekali saja jujur terhadap perasaanku sendiri!

AKU INI SEDANG JATUH CINTA, TUHAN!!

Thursday, September 07, 2006

surat cintaku untuk malam...

Mungkin aku harus jujur padamu, jika cinta yang tumbuh dalam batinku telah menjelma sebatang pohon. Pohon yang rimbun. Ranting-rantingnya kokoh, daunnya hijau, dan akarnya menancap di kedalaman batin. Teramat dalam.

“Lantas kenapa? Adakah yang salah jika cinta menjelma sebatang pohon?” mungkin itu yang akan kau tanyakan jika aku telah berkata jujur padamu.

Maka akan kukatakan bahwa tak ada yang salah. Hanya, ada beberapa yang harus diketahui ketika cinta telah menjelma pohon. Dulu, cinta hanya berwujud biji. Biji itu adalah cintamu. Tak ada cinta lain yang hadir saat itu. Tapi kini, ketika cinta itu menjelma sebatang pohon. Pohon itu telah dengan sendirinya membuat cabang. Cabang pertama adalah engkau, dan cabang kedua adalah dia. Ya, dia yang tiba-tiba datang dengan kesendiriannya, dengan kediamannya, dengan kesunyiannya, dengan puisi-puisinya.

Aku pun tak tahu, inikah cinta yang dihantarkan malam? Ya, sayang. Malam-malamku adalah perbincangan panjang bersamanya. Bersama resah dan gelisah, bersama sepi dan sunyi.

Cabangmu dan cabangnya telah hidup pada batang pohon itu. Sama-sama tumbuh subur. Aku tak tahu dan tak ingin tahu, siapa yang lebih subur diantara kedua cabang itu.

Engkau dan dia adalah sosok yang berbeda. Engkau dengan kayu-kayu di tangan, dengan deru suara mesin, dengan rimba-rimba dan ribuan pepohonan, dengan gergaji pemotong, dengan rindu yang tak pernah habis untukku. Sedang dia, (sekali lagi harus kukatakan) dengan kediamannya, kesendiriannya, kesunyiannya, dan puisi-puisinya telah benar-benar menjadikan engkau dan dia adalah dua hal yang berbeda yang telah benar-benar menancap dalam batinku.

Yang menjadikan kalian berdua sama adalah jarak. Jarak yang terbentang antara kita telah dengan sendirinya menciptakan perasaan lain. Engkau setia menyapaku lewat huruf-huruf, dia pun sama. Hanya menyapaku lewat huruf-huruf.

Maka kukatakan padamu malam ini, cinta telah menjelma sebatang pohon dalam batinku. Satu cabangnya adalah engkau dan cabang yang lain telah dihuni olehnya. Mungkin kejujuranku berlebihan. Tapi malam ini, aku hanya ingin mengatakan bahwa kedua cabangnya itu sama-sama rimbun.


"aku bingung...."

Cintaku

Kadang aku jatuh cinta. Entah pada siapa. Hanya mencinta tanpa dicintai. Rindu pada sesuatu yang tak ada. Mungkin aku hanya mencintai rasa yang tumbuh, euphoria yang membuncah, bermain bersamanya, kemudian meninggalkannya jika bosan. Namun akan selalu kembali untuk mencintai. Aku tak juga jera mencinta.

Indah. Aku cinta diriku ketika aku jatuh cinta. Jiwaku benyanyi riang. Kehangatan menyelusup masuk dalam batinku. Duniaku mekar. Harum yang selalu kucari. Matahari hanya menyinariku. Hujan tercipta untukku, dan pelangi tersenyum padaku. Hanya aku. Langkahku ringan. Tidak, aku tak melangkah ketika jatuh cinta. Aku melayang bersama angin. Hinggap di tempat yang kusuka. Berpijak di tanah yang kuinginkan. Bersua dengan euphoria kembali dan melambaikan selamat tinggal pada luka. Tinggal di sana sampai aku ingin pergi. Lagi. Dan angin kembali menghantarku. Ia sahabatku yang paling setia.

Namun aku benci ketika aku tak mencinta. Aku hampa. Jiwaku terbang bersama angin tanpa diriku. Aku sendirian. Aku bosan. Aku kesepian menunggu kapan jiwaku kembali. Luka yang kutinggalkan kembali menyapaku. Membawa sakit menusuk. Merobek hati kosong yang ditinggalkan oleh jiwaku. Hanya dingin dan pedih yang dapat kurasakan. Aku ingin kehangatan itu kembali.

Jatuh cintaku manis. Memenuhi ruang yang kosong. Memanaskan darahku. Menyejukkan batinku. Aku selalu rindu jatuh cinta. Aku ingin terus jatuh cinta. Aku tak ingin tak lagi bisa mencinta.

Hanya saja, saat ini aku tak bisa mencinta. Jiwaku tengah berkelana seorang diri. Mungkin menemui sesosok jiwa lain dalam kehampaan yang ia tinggalkan untukku. Jika angin hendak menyampaikan, aku titip salam cinta untuk jiwaku yang tengah bercengkrama. Ketika jiwaku kembali, aku ingin ia bercerita tentang rendezvous-nya. Dan suatu saat nanti, angin akan kembali mengantarku. Dipandu oleh jiwaku. Bertemu jiwa yang sering bersua jiwaku dalam kehampaan. Namun kali ini aku berjumpa tidak dalam kehampaan, melainkan dalam kehangatan cinta. Aku hinggap di sampingnya dan tak lagi pergi. Angin hanya menghantarku sekali jalan. Tak membawaku pulang. Lalu, akankah aku berhenti jatuh cinta?

Arti Cinta


Macam-macam Arti Cinta

Apakah telapak tangan Anda berkeringat, hati Anda deg-degan, suara Anda nyangkut di dalam tenggorokan Anda? --- Hal itu bukanlah cinta, tapi suka.

Tangan Anda tidak dapat berhenti memegang dan menyentuhnya? --- Hal itu bukanlan cinta, tapi birahi.

Apakah Anda bangga dan selalu ingin memamerkannya kepada semua orang? --- Hal itu bukanlah cinta, tapi Anda sedang mujur.

Apakah Anda menginginkannya karena Anda tahu dia akan selalu di samping Anda? --- Hal itu bukanlah cinta, tapi kesepian.

Apakah Anda masih bersama dia karena semua orang menginginkannya? --- Hal itu bukanlah cinta, tapi kesetiaan.

Apakah Anda menerima pernyataan cintanya karena Anda tidak mau menyakiti hatinya? --- Hal itu bukanlah cinta, tapi rasa kasihan.

Apakah Anda bersedia untuk memberikan semua yang anda sukai deminya? --- Hal itu bukanlah cinta, tapi kemurahan hati.

Apakah Anda masih bersamanya karena campuran dari rasa nyeri dan kegembiraan yang tidak dapat digambarkan dan sangat membutakan? --- Itulah cinta

Apakah Anda masih menerima kesalahan mereka, karena hal itu adalah bagian dari kepribadiannya? --- Itulah cinta

Apakah Anda tertarik pada orang lain tapi masih bersamanya dengan setia? --- Itulah cinta

Apakah Anda rela memberikan hati Anda, kehidupan Anda, dan kematian Anda? --- Itulah cinta

Apakah hati Anda tercabik bila dia sedih? --- Itulah cinta

Apakah Anda menangis untuk kepedihannya biarpun dia cukup tegar? --- Itulah cinta

Apakah matanya melihat hati Anda yang sesungguhnya dan menyentuh jiwa Anda secara dalam sekali sampai terasa nyeri? ---Itulah cinta

Sekarang, kalau kita tahu bahwa cinta itu menyakitkan dan menyiksa kita sebegitu rupa, lalu kenapa kita masih juga mencintai? Kesakitan ini...... penderitaan ini..? Mengapa hal ini adalah hal yang kita cari dan ingini? Semua penyiksaan ini, sebuah kematian terhadap ego dan kepribadian sendiri? Mengapa??? Semua ini disebabkan oleh.......... CINTA

Cinta..


Cinta adalah ketika kau menyingkirkan perasaan, napsu, dan
romantika dalam persahabatan. dan menemukan bahwa kau masih peduli pada orang itu. Memberi seseorang seluruh cintamu bukanlah suatu jaminan bahwa seseorang tersebut
mengharapkan cinta kembali!

Hanya tunggulah, cinta itu akan tumbuh dalam hatinya, Hanya butuh 1 menit untuk dapat suka dengan seseorang, hanya butuh 1 jam untuk menyukai seseorang dan 1 hari untuk mencintai seseorang tapi butuh waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.

Pergilah untuk seseorang yang membuatmu tersenyum karena hanya tapi jika hal itu tidak terjadi, tampunglah cinta itu akan tumbuh dalam dirimu. akan mencintaimu kembali! butuh senyuman untuk membuat hari yang gelap terlihat terang.

Ada masanya dalam hidup ketika kamu merasa sangat merindukan seseorang dan kamu berharap dapat mengambil dia dari mimpimu dan memeluknya dalam kehidupan nyata!

Bermimpilah apa yang kamu ingin mimpikan, pergilah kemana kamu ingin pergi,jadilah apa yang kamu ingini karena kamu hanya mempunyai satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan semua hal yang kamu ingin lakukan.So Mencintai Harus Siap Untuk Tersakiti!!!Dan Siap Setiap segala resiko bahagia dan dukanya....!!!

Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab, Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan, Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian, Mereka yang mencintai, menyebutnya takdir. Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kesusahan untuk menguji kita Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam. Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya. Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.

Mengapa menunggu? Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa. Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono. Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu. Jika ingin berlari, belajarlah berjalan duhulu, Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu, Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu. Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbang memilih apa yang ada. Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada. Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.

Perlu kau ketahui bahwa Bunga tidak mekar dalam waktu semalam, Kota Roma tidak dibangun dalam sehari, Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan,
Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan. Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama, Dan penantian kita tidaklah sia-sia. Walaupun menunggu membutuhkan banya hal - iman, keberanian, dan pengharapan -penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan.

Pada akhirnya, Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu,karena alasan yang penting.

Wednesday, September 06, 2006

Sahabat...


Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri **


Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.

Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya...


Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya..


Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur - disakiti, diperhatikan - dikecewakan, didengar - diabaikan, dibantu - ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian..


Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.


Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.


Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.


Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping anda ??? Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai ??
Siapa yang ingin bersama anda saat anda tak bisa memberikan apa-apa ??